Apa Yang Dimaksud Dengan Harga Pokok Penjualan (HPP) dan Bagaimana Cara Mengontrolnya?

By
Penulis @Aspire
Published
17 November 2022

Apa tujuan dari menjalankan sebuah bisnis?

Tentunya, untuk menghasilkan keuntungan.

Dan bagaimana kamu bisa menghasilkan keuntungan?

Dengan menjual barang atau layanan apapun yang dihasilkan atau didistribusikan oleh perusahaan, dengan biaya yang lebih tinggi daripada harga beli atau produksi.

Untuk dapat menjual produk-produkmu dengan harga yang lebih tinggi dibanding harga beli atau harga produksi, kamu perlu mengetahui rumus HPP dan belajar untuk menghitungnya. Dengan mengetahui HPP, kamu bisa menentukan berapa harga penjualan yang tepat agar mendapatkan keuntungan, dan apakah kamu perlu mengurangi harga untuk bersaing dengan bisnis lain.

What is Cost Of Goods Sold (COGS)?

Harga pokok menunjukkan berapa biaya yang dibutuhkan sebuah perusahaan untuk membuat  produk yang sellable (dapat dijual). Untuk bisnis ritel (seperti e-commerce, dll.) yang umumnya menjual kembali produk-produk yang sudah jadi, harga pokok penjualan merujuk pada berapa biaya yang dikeluarkan seorang pengecer untuk membeli dan menjualnya kembali.

Perhatikan kata ‘sellable’: HPP mengukur semua pengeluaran yang dikeluarkan untuk menciptakan produk atau layanan hingga mengantarnya ke tangan pelanggan yang membayar.

HPP menjawab pertanyaan: Dengan tidak memasukkan biaya tidak langsung seperti pemasaran, penjualan, layanan pelanggan, dan hal lain yang membantu kita menjualnya (setelah produksi), berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk membuat versi produk jadi dan sellable (dapat dijual) ini?

Apa Saja yang Termasuk dan Tidak Termasuk Dalam Harga Pokok Penjualan?

HPP-mu terdiri dari semua biaya langsung yang dibebankan dalam proses pembelian atau pembuatan produk-produk siap jualmu.

Biaya tersebut termasuk:

  • Bahan baku
  • Gaji untuk para pegawai yang terlibat langsung dalam produksi, perakitan, dan pengemasan produk-produk
  • Benefit untuk para pegawai, seperti asuransi kesehatan, dana pensiun dan lain-lain
  • Pajak penghasilan
  • Pembelian inventori atau persediaan (untuk bisnis ritel)
  • Penyimpanan dan pergudangan
  • Utilitas, seperti biaya sewa, pemanas, listrik, persediaan air untuk pabrik, dan sebagainya.

Biaya tidak langsung tidak dimasukkan saat menghitung harga pokok penjualan. Biaya-biaya ini termasuk biaya yang dikeluarkan perusahaan setelah menciptakan produknya, seperti: 

  • Periklanan
  • Pemasaran
  • Gaji untuk tim HR
  • Customer service
  • Biaya pengiriman dan pengantaran barang
  • packaging
  • Endorsement, dan lain-lain.

Bagaimana Cara Menghitung Harga Pokok Penjualan

Berikut adalah cara menghitung harga pokok penjualanmu:

  • Jumlahkan inventaris awalmu dan semua persediaan yang dibeli sebagai tambahan
  • Kurangi volume persediaan akhirmu dari jumlah kedua angka tersebut.

Rumus harga pokok penjualan dapat ditulis seperti berikut:

  • Harga pokok penjualan = (Persediaan awal + Pembelian bersih) – Persediaan akhir

Rumus harga pokok penjualan terbatas pada periode waktu tertentu saat kamu menggunakan semua variabel (inventaris awal dan akhir, pembelian tambahan) di waktu tersebut untuk menghitung HPP-mu.

Memahami Metode Penilaian Persediaan dan Bagaimana Hal Tersebut Mempengaruhi Harga Pokok Penjualan

Salah satu alasan mengapa bisnis yang sedang berkembang harus mengetahui harga pokok penjualan mereka, adalah untuk mengetahui berapa keuntungan dari produk yang dijual dan nilai tunai dari persediaan yang masih mereka miliki.

Berikut adalah lima metode berbeda dalam penghitungan nilai persediaan barang yang belum dijual, untuk membantu kesehatan finansial perusahaanmu.

Metode persediaan ritel

Jika semua produkmu memiliki margin laba tetap, jumlahkan nilai persediaan yang belum terjual, dan kurangi margin labamu dari situ.

Special identification method

Metode identifikasi khusus ini bersifat langsung, dengan cara menjumlahkan biaya persediaan saat kamu menyimpannya dan menguranginya dengan produk yang sudah terjual, untuk mendapatkan nilai persediaan yang belum terjual.

First In, First Out Method (FIFO)

Metode First In, First Out menghitung harga pokok penjualan berdasarkan konsep bahwa barang yang pertama diproduksi atau dibeli juga akan dikeluarkan pertama.

Jadi, saat menghitung nilai persediaan yang belum terjual, kamu menggunakan harga barang yang dibeli baru-baru ini dengan asumsi barang-barang tersebut akan disimpan lebih lama, sedangkan barang yang dibeli pertama kali akan terjual dengan lebih cepat.

Last In First Out Method (LIFO)

Metode Last In First Out adalah cara lain untuk menentukan nilai persediaan yang dimiliki, berdasarkan asumsi bahwa persediaan yang baru diproduksi atau dibeli akan dijual lebih dulu. Metode LIFO digunakan untuk menghitung harga pokok penjualan (HPP) dalam situasi dimana biaya untuk memproduksi produk jadi atau membeli persediaan sedang meningkat.

Metode rata-rata tertimbang

Metode rata-rata tertimbang untuk mencari nilai persediaan dihitung dengan membagi harga dari semua barang yang tersedia untuk dijual dengan jumlah persediaan yang ada.

Metode ini paling cocok digunakan saat ada persediaan dalam jumlah besar yang tidak dapat dibagi dengan mudah, atau saat sebuah perusahaan menangani satu jenis produk tertentu yang dijual dengan satu harga tetap.

Menerapkan HPP dalam bisnismu

Untuk mengukur kesehatan bisnis dan menghitung poin data penting lainnya, sebuah bisnis dapat menggunakan harga pokok penjualan dalam banyak hal, seperti:

Membandingkan harga produk-produk yang berbeda

Menghitung harga pokok penjualan dari produk-produk berbeda yang dijual akan membantumu untuk mengetahui produk mana yang membutuhkan lebih banyak biaya. Dengan informasi tersebut, kamu dapat mengurangi pembelian produk tertentu, dan lebih fokus untuk menjual barang-barang yang membutuhkan lebih sedikit biaya produksi atau lebih murah dibeli secara grosir.

Mengetahui kapan harus membeli persediaan lebih murah

Menghitung HPP untuk minggu atau bulan tertentu akan membuatmu mengerti kapan biaya persediaan atau produksi menjadi lebih mahal. Informasi tersebut akan membantumu membeli barang dan persediaan saat harga turun, agar kamu bisa mendapatkan laba yang lebih tinggi.

Mengetahui produk mana yang harus dijual atau tidak

Jika HPP-mu menunjukkan bahwa suatu produk selalu memakan biaya lebih tinggi untuk diproduksi daripada yang lain namun tidak terjual dengan cepat, kamu dapat menggunakan data tersebut untuk mengambil keputusan dan menghentikan penjualannya.

Menghitung margin laba kotor

Margin laba kotor adalah persentase pendapatan penjualanmu yang dipertahankan sebagai laba setelah membayar HPP – Angka tersebut hanya dapat dihitung setelah mengetahui HPP. Rumus untuk margin laba kotor adalah:

  • Margin laba kotor = (Pendapatan – HPP) / Pendapatan x 100

Margin laba kotormu dapat membantumu untuk memutuskan apakah harus menaikkan atau menurunkan harga, dan apakah kamu harus mengurangi HPP-mu.

Menghitung rasio HPP

Rasio HPP adalah bagian dari pendapatan penjualanmu yang dihabiskan untuk memproduksi versi produk yang dapat dijual, membeli persediaan, dan lain-lain. Rumus untuk rasio Harga Pokok Penjualan (HPP) adalah:

  • COGS ratio = COGS / Net Sales x 100

Rasio HPP menunjukkan berapa banyak dari harga penjualan akhir produkmu yang merupakan harga pokok penjualan.


Mengapa Menghitung Harga Pokok Penjualan itu Penting?

Mengapa kamu harus mengetahui harga pokok penjualan? Karena hal itu akan membantumu untuk mengawasi kesehatan finansial perusahaan, menetapkan harga yang kompetitif, serta melacak kecurangan (fraud).

Membantu menentukan harga yang tepat

Pada dasar ilmu ekonomi, kita telah belajar bahwa nilai ekonomi itu murni subjektif, dan bahwa produkmu memiliki nilai sesuai berapa yang rela dibayar oleh para konsumennya. Kamu hanya perlu berhati-hati agar tidak menentukan harga terlalu rendah, supaya bisa mendapat keuntungan dan membayar segala beban pengeluaran.

Di situlah peran harga pokok penjualan; yaitu untuk membantumu mengetahui berapa biaya produksi barang persediaanmu, sehingga kamu bisa menambahkan mark-up dan menetapkan harga jual produk, serta mendapatkan laba tanpa stres berlebihan.

Menghitung HPP membantumu mengetahui apakah kamu menghasilkan keuntungan

Penghitungan HPP adalah cara mudah untuk mengetahui apakah bisnismu menghasilkan keuntungan. Hal ini menjawab pertanyaan: “Apakah kita menjual produk kita lebih dari biaya produksinya?”

Dengan informasi tersebut, jika kamu bisa menghasilkan keuntungan yang lumayan dengan menjual produkmu di harga tertentu, kamu bisa mengurangi harga untuk menaikkan penjualan. Dan jika kamu menyadari bahwa kamu tidak memasang harga yang cukup untuk menutup harga pokok penjualan, kamu bisa segera melakukan mark-up.

Jika kamu sudah mengetahui HPP-mu, kamu bisa menguranginya sesuai kebutuhan

Apapun bidang bisnismu, kamu bisa menerapkan skala ekonomi agar mendapatkan harga yang lebih rendah untuk biaya bahan baku, sewa, dan lain-lain.

Menghitung harga pokok penjualan akan membantumu mengetahui berapa yang kamu habiskan untuk pengeluaran tertentu secara spesifik, sehingga kamu memiliki kesempatan untuk menawar harga atau meminta diskon volume dengan menambah jumlah pembelian.

Membantu melacak kecurangan, kelebihan pembayaran tagihan, dan sebagainya

Ketika kamu mengurangi jumlah biaya dari pendapatan, kamu akan menyisakan keuntungan.

Jika kamu menyadari adanya ketidaksesuaian, misalkan uang yang ada di rekening bankmu jumlahnya kurang dari yang tertulis di laporan laba rugi, bisa jadi itu merupakan sebuah tanda bahwa kamu membayar tagihan lebih dari yang seharusnya, atau ada kecurangan yang terjadi dalam perusahaan.

Effective tax management

Harga pokok penjualan merupakan sebuah pengurang pajak, karena kamu harus mengurangi biaya produksi, mengurangi jumlah tersebut dari harga penjualan akhir, lalu membayar pajak atas marginnya. Menghitung HPP secara akurat akan membantumu mengetahui laba dan berapa pajak terutang, agar kamu terhindar dari kelebihan bayar pajak.

Mempersiapkan diri menghadapi tren musiman berdasarkan data historis

Melihat harga pokok penjualan dapat membantumu mengetahui tren musiman, misalkan kapan harga bahan bakumu naik. Dengan demikian, kamu bisa membeli dan menyimpannya saat harga lebih murah, agar dapat dijual untuk mendapat keuntungan yang lebih besar.

Contohnya, sebuah toko e-commerce bisa melihat data HPP mereka dalam empat tahun terakhir dan menyadari bahwa sepatu yang mereka beli untuk dijual kembali selalu menjadi lebih mahal di bulan Oktober – Desember, tepat sebelum libur Natal. Jadi, mereka bisa menyetok lebih banyak sepatu di bulan Januari – September, sehingga dapat dijual untuk keuntungan yang lebih besar, tanpa menambah biaya.

Bagaimana Cara Mengontrol Harga Pokok Penjualan untuk Bisnismu

Mengontrol harga pokok penjualan dapat membantumu meningkatkan laba, menawarkan harga yang lebih rendah pada para pelanggan, dan mendapatkan lebih banyak bisnis.

Berikut sejumlah tips untuk membantumu meningkatkan biaya untuk membuat versi produk yang dapat dijual.

Meminta diskon volume pada supplier

Tergantung pada berapa banyak volume bahan baku yang digunakan perusahaanmu, kamu dapat memanfaatkan skala ekonomi untuk meminta diskon volume pada supplier-mu.

Awalnya, mungkin mereka akan ragu. Tapi, bila kamu mengkomunikasikan bahwa kamu butuh harga yang lebih rendah untuk menambah margin dan kamu akan mencari alternatif baru, biasanya supplier akan mencoba untuk membantumu.<br>

Hal ini dapat dilakukan, baik pada bisnis kecil, maupun perusahaan pemroses pembayaran besar bernilai miliaran dolar seperti Midtrans atau Duitku, yang akan mengurangi biaya pemrosesan pembayaranmu, jika kamu menghubungi sales mereka untuk meminta diskon.

Contohnya, misalkan kamu menjual persediaan barang senilai $1 juta setiap tahun, dan kamu membayar 3,3% untuk pemrosesan pembayaran, yang akan menambahkan $33,000 per tahun – sebuah jumlah yang sangat besar. Tapi jika kamu bisa bernegosiasi untuk menurunkannya hingga, misalnya 2.2%, kamu hanya akan membayar $22,000 dan menghemat $11,000 untuk biaya proses pembayaran.

Setelah kamu melakukan penelusuran pada daftar supplier-mu, kamu pun bisa dengan mudah mengurangi 10 – 20% harga pokok penjualan.

Menggunakan material yang lebih murah, tanpa mengorbankan kualitas

Ada istilah yang mengatakan ‘ada harga, ada rupa’. Tapi, benarkah demikian? Apakah hal itu cocok untuk setiap situasi? Tidak juga.

Kalau kamu bersedia menghabiskan waktu untuk mencari, kamu akan menemukan ada banyak alternatif bahan baku dan supplier selain dari yang sedang kamu gunakan sekarang, yang menawarkan kualitas sama dengan harga lebih rendah.

Otomatisasi tugas manual yang berulang

Tugas-tugas manual dapat membuang waktu yang seharusnya dapat digunakan untuk pekerjaan yang lebih penting, dan memakan biaya yang sama banyaknya. Berbagai mesin dan software dapat membantumu mengotomatiskan tugas-tugas repetitif, yang hanya sedikit atau tidak membutuhkan input kreatif. Dengan demikian, kamu bisa lebih fokus pada tugas-tugas yang berdampak langsung pada pendapatan bisnismu.

Alihkan tugas ke freelancer dan kontraktor

Karyawan full-time dapat memakan biaya 30%-60% lebih banyak dibanding freelancer dan kontraktor, bahkan sebelum menjumlahkan benefit, promosi, pelatihan, asuransi kesehatan, ruang kantor, dan lain-lain.

Berkat remote working, kini kamu bisa melakukan   outsourcing  ke banyak pekerja freelance di seluruh dunia, dengan biaya lebih rendah daripada merekrut karyawan full-time.

Mengidentifikasi dan menghapus pemborosan

Bagian terbesar dari mengurangi HPP adalah mencermati setiap beban pengeluaran, untuk melihat apakah semua itu benar-benar dibutuhkan, dan berapa banyak yang bisa dikurangi tanpa menurunkan laba bersih perusahaanmu.

Mengurangi pemborosan dapat dilakukan dengan pindah ke kantor yang lebih kecil, mengurangi kemasan, menghapus utilitas yang tidak terpakai, dan sebagainya.

Menaikkan harga

Menaikkan harga adalah cara paling sederhana untuk meningkatkan finansial perusahaanmu, bagaimanapun, hal ini akan membantumu meningkatkan keuntungan sementara harga pokok penjualan tetap sama.

Tentunya, kamu perlu mempertimbangkan seberapa kuat brand yang dimiliki, dan seberapa mudah tergantikannya produk dan layananmu, untuk memastikan bahwa meskipun kamu kehilangan sejumlah pelanggan, kamu bisa tetap memperoleh lebih banyak uang dari pelanggan yang tetap setia.

Meningkatkan Margin dengan Mengurangi Harga Pokok Penjualan

Menjalankan sebuah bisnis bisa jadi sangat melelahkan, terutama kalau kamu tidak tahu kemana perginya uangmu dan ragu akan keuntungan yang kamu hasilkan dari penjualanmu.

Dengan memantau harga pokok penjualan, kamu dapat mengetahui beban pengeluaran terbesar, bagaimana cara menguranginya, dan bagaimana meningkatkan margin laba tanpa mengurangi kualitas produk dan layananmu.

Ready to get started?
Aspire membantu keuangan perusahaan - manajemen pengeluaran, pengiriman invoice, Kurs nilai tukar, reimbursement pegawai dan lainnya. Aspire merupakan OS keuangan all-in-one untuk bisnis Anda.
Try it out today >>
Berlangganan
Get high quality finance and entrepreneurial resources in your inbox.
Subscribe to the newsletter >>

Dapatkan update keuangan dan bisnis berkualitas langsung ke email Anda

Get insights and resources on building & managing your finance team, your finance tech stack and growing your business
Cheers! Kami akan segera membagikan artikel terbaik kami kepada Anda. Sampai jumpa!
Seems like something went wrong. Could you try again?